FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5
Mana lebih bagus, Fokus Jual Produk vs Fokus Melayani Pembeli? Berikut Jawabannya

Mana lebih bagus, Fokus Jual Produk vs Fokus Melayani Pembeli? Berikut Jawabannya

Di setiap obrolan santai saya dengan teman-teman pebisnis seringkali saya menemukan pertanyaan yang serupa seperti berikut..

Mana lebih bagus, berbisnis bermula dari produk atau bermula dari konsumen?

Menurut saya, keduanya tidak ada yang salah, semua kembali ke diri pribadi yang mau menjalankan bisnis.

Memulai bisnis berorientasi pada produk dari pengalaman saya tidak sedikit yang berhasil.

Karena memang banyak juga yang memulai bisnis karena mereka punya kapabilitas atau kemampuan yang hebat dari produknya, sehingga begitu produknya dipasarkan bisa langsung disukai banyak orang.

Sedangkan saya adalah tipe orang yang tidak memiliki kemampuan seperti itu jadi jalan yang saya ambil adalah berfokus terhadap konsumen terlebih dahulu.

Ini karena dari awal saya belajar dari Guru yang mengajarkan kalau bisnis bisa dimulai dari Hilir ke Hulu, tidak harus dari Hulu ke Hilir.

Yang dimaksud guru saya adalah meski belum punya produk, paling tidak skill jualannya sudah punya, audience nya sudah punya, setelah itu tinggal jual produk yang sesuai untuk audiencenya tadi.

Fokus terhadap konsumen dalam dunia bisnis biasa disebut dengan Customer Centric.

Anda mungkin familiar dengan Go-Jek, layanan ojek berbasis aplikasi ini tidak menjual aplikasi, tetapi Go-Jek melayani orang-orang yang terjebak macet dan melayani tukang ojek.

Go-Jek adalah salah satu contoh perusahaan yang berorientasi atau berfokus terhadap konsumen.

Buktinya adalah Go-Jek tidak hanya mengatasi masalah orang dari kemacetan.

Setelah layanan Go-Jek berhasil membantu banyak orang ternyata di tengah jalan konsumen Go-Jek memiliki masalah lain.

Banyak orang yang ternyata malas atau tidak sempat keluar karena macet tapi ingin makan enak hingga akhirnya lahirlah Go-Food.

Banyak orang yang ingin nonton bioskop atau pertunjukan lain namun tidak punya waktu beli tiket maka lahirlah Go-Tix.

Dan seperti yang mungkin Anda tahu sampai saat ini Go-Jek terus mengembangkan layanan-layanan lain yang memang dibutuhkan oleh konsumennya.

Jadi, setelah mengetahui hal ini keputusan memulai bisnis kembali kepada diri Anda.

Kalau Saya sebagai pebisnis saya akan mulai merubah pertanyaan dari:


Mau jualan apa ya?

Menjadi:

Mau melayani atau membantu siapa?

Satu pertanyaan yang menurut saya akan sangat berdampak sangat besar ke dalam bisnis.

Jika fokus Anda melayani orang lain, Anda bisa menjual lebih banyak produk ke konsumen yang sama.

Contoh sederhana:

Apakah bisnis Anda lahir untuk memproduksi Hijab? Atau membantu muslimah menjadi pribadi yang lebih baik?

Menjual Hijab dan memberikan solusi untuk membantu muslimah adalah 2 hal berbeda.

Agar lebih mudah membedakannya, silahkan lihat ilustrasi berikut ini:
Fokus jual produk vs fokus melayani pembeli, mana yang lebih bagus?
Sudah paham bedanya kan?

Jika jawaban Anda yang kedua, maka Anda bisa menjual lebih dari sekedar Hijab, misalnya menjual kaos kaki, menjual pelatihan muslimah, atau apapun yang membuat seorang muslimah menjadi lebih baik.

Tapi kan jadinya tidak fokus dong?

Bukan maksud saya mengajari Anda untuk tidak fokus, namun jika tujuan Anda sejak awal adalah membantu konsumen.

Maka banyak sekali produk yang bisa Anda tawarkan untuk membantu konsumen Anda, dengan catatan: produk yang Anda tawarkan memang saling berkaitan atau saling melengkapi.

Teknik ini disebut juga dengan Cross-Selling atau menjual produk berbeda hanya untuk melengkapi produk pertama.

Dan produk kedua yang Anda jual hanya untuk batu loncatan agar produk pertama jauh lebih bersinar.


Penulis : (Dion dari Kirim.Email)
Baca Juga
SHARE
Ady Kusanto
Blogger pemula yang masih belajar

Related Posts

Subscribe to get free updates

1 comment

  1. Teori itu mudah untuk di ucapkan kak karena gak semuanya itu sesuai realita. Saya pebisnis online dan saya sudah mengikuti sejumlah trik atau tips dari mentor pebisnis hebat dan lainnya

    tapi balik lagi menurut saya sendiri semua itu bergantung pada faktor keberuntungan saat berbisnis.

    But makasih infonya bisa menambah pengetahuan saya

    ReplyDelete

Post a Comment