FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5
3 Cara Mengetahui Keinginan Pelanggan Untuk Bisnis UKM

3 Cara Mengetahui Keinginan Pelanggan Untuk Bisnis UKM

Cara mengetahui keinginan pelanggan untuk UKM
Pembeli dan pelanggan adalah sumber pemasukan utama sebuah bisnis, terlebih bisnis UKM. Tanpa mereka maka sebuah bisnis UKM akan sangat sulit untuk berkembang. Hal ini dikarenakan bisnis UKM butuh uang untuk menjalankan kegiatan operasionalnya, sedangkan uang bisa didapatkan dengan menjual produk atau jasa ke calon pembeli dan pelanggan.

Untuk membuat supaya mereka mau mengeluarkan uangnya untuk belanja, maka kita sebagai bisnis UKM harus tahu apa yang mereka inginkan.

Tapi sayangnya untuk bisa tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan itu cukup menantang. Hal tersebut membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Mengingat bisnis UKM itu sumber dayanya terbatas.

Beda dengan perusahaan besar yang memang punya alokasi anggaran untuk hal-hal seperti ini. Mereka punya divisi riset dan pengembangan, sehingga dengan sumber daya yang mereka miliki bisa benar-benar tahu apa yang diinginkan oleh pelanggan.

Namun Anda tidak perlu khawatir, karena dengan beberapa cara sederhana saja kini sebuah bisnis UKM bisa mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan. Dan yang pasti cara ini tidak membutuhkan biaya yang sangat besar.

Apa saja cara-cara tersebut? Silakan baca sampai selesai aritikel berikut ini untuk mendapatkan jawabannya.

Pada artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mengetahui keinginan pelanggan untuk bisnis UKM. Sebelum kita lanjut, perlu digarisbawahi bahwa ini ruang lingkupnya adalah bisnis UKM bukan perusahaan besar.

Pada perusahaan besar mereka punya sumber daya yang banyak, sehingga cara mengetahui keinginan pelanggannya sangat berbeda dengan UKM. Sedangkan jika bisnis UKM menggunakan cara-cara yang dipakai oleh perusahaan besar, maka hasilnya tidak akan bisa optimal.

Maka dari itu untuk bisnis UKM perlu cara-cara yang praktis dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.

Mengapa Bisnis UKM Perlu Mengetahui Keinginan Pelanggan?


Pelanggan itu bisa dianalogikan seperti bos atau pimpinan perusahaan. Sedangkan bisnis UKM adalah karyawannya. Kalau karyawan tetap ingin mendapatkan gaji, maka mau tidak mau dia harus menjalankan apa yang diinginkan oleh bos.

Begitu juga dengan bisnis, khususnya bisnis UKM. Kalau masih ingin mendapatkan uang dari pelanggan, mau tidak mau Anda harus memenuhi apa yang diinginkan atau yang dibutuhkan oleh pelanggan Anda. Tidak ada pelanggan yang akan rela mengeluarkan uangnya jika mereka tidak ingin atau tidak butuh produk/layanan yang Anda jual.

Sayangnya, karakteristik pelanggan di Indonesia itu banyak yang pendiam. Mereka tidak terbuka dengan apa yang mereka inginkan. Jika ada kekurangan pada produk yang mereka beli, mereka tidak mau komplain terhadap produsen atau penjualnya. Mereka hanya memendam perasaan tersebut dan lain kali tidak akan beli lagi.

Sebagai contoh, di Indonesia ada banyak sekali rumah makan dari yang kecil sampai yang besar. Rumah makan utamanya yang dijual adalah rasa. Kalau rasanya enak dan harganya terjangkau pasti banyak pelanggan yang akan kembali lagi. Kalau rasanya tidak enak sekalipun harganya terjangkau, kecil kemungkinan mereka akan kembali. Namun begitu mereka tidak akan komplain, tapi tahu-tahu mereka kapok untuk datang lain. Dan parahnya lagi mereka akan cerita ke saudara atau teman-temannya kalau masakannya tidak enak.

Hal seperti inilah yang justru malah akan merugikan bisnis UKM. Pengusaha berasumsi kalau produknya disukai banyak pelanggan. Tapi faktanya tidak selalu demikian adanya.

Maka dari itu sebagai pemilik bisnis UKM kita harus tanggap terhadap hal-hal seperti ini. Dan jalan terbaiknya adalah dengan mengetahui apa yang diinginkan pelanggan.

Cara Mengetahui Keinginan Pelanggan Untuk Bisnis UKM


Berikut ini ada beberapa cara praktis yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui keinginan pelanggan.

1. Tanya langsung

Cara pertama adalah bertanya langsung kepada pelanggan kita tentang apa yang mereka inginkan. Kalau bisnisnya offline setelah bertransaksi bisa ditanyakan sekaligus ngobrol-ngobrol mereka. Namun jika tidak mungkin bertemu langsung, bisa dengan menghubungi lewat pesan singkat, chat ataupun email.

Anda juga bisa membuat video atau rekaman dari media seperti Podcast. Buat video atau rekaman santai yang membahas tentang produk Anda, dan tanyakan kepada mereka apa kurangnya produk Anda dan apa yang diinginkan pelanggan terkait produk Anda kedepannya. Sehingga kita bisa tahu apa yang sebenarnya dinginkan pelanggan.

Cara ini bisa juga Anda terapkan di bisnis Anda.

2. Membuat grup pelanggan

Cara kedua adalah dengan membuat grup pelanggan. Medianya bisa menggunakan Facebook Group ataupun Telegram Grup.

Pada grup ini tidak ada batasan apapun antara Anda dengan pelanggan. posisi antara Anda dengan mereka. Pelanggan Anda bebas mengutarakan apa keinginan mereka dan Anda bisa langsung merespon keinginan tersebut.

Cara ini juga digunakan oleh Tokopress, sebuah developer WordPress theme lokal. Mereka mengumpulkan pembeli dan calon pembeli dalam sebuah grup Telegram. Dan di group tersebut orang-orang yang sudah menggunakan Tokopress bisa request fitur ataupun melaporkan jika ada bug.

Cara ini sangat efektif untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan. Dan dampaknya, saat ini Tokopress berhasil membangun sebuah WordPress theme yang sangat sesuai dengan kebutuhan pelaku toko online di Indonesia.

3. Kuisioner

Cara yang ketiga adalah dengan mengirimkan kuisioner kepada pelanggan Anda. Dengan kuisioner Anda bisa menanyakan apa saja yang ingin Anda ketahui, termasuk keinginan pelanggan.

Untuk memancing pelanggan mau mengisi kuisionernya, Anda bisa menggabungkannya dengan kupon. Setelah mereka bertransaksi, berikan kuisionernya dan bagi yang mengembalikannya akan mendapatkan diskon untuk belanja berikutnya.

Itulah 3 cara mengetahui keinginan pelanggan untuk UKM. Semoga bermanfaat dan kami tunggu kabar dari Anda jika sudah mengaplikasikan cara-cara di atas.

Baca Juga
SHARE
Ady Kusanto
Blogger pemula yang masih belajar

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment