FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5

Inilah Alasan Mundurnya Perusahaan Raksasa Sepatu Nike dari Amazon

Alasan Nike mundur dari Amazon
Pagi ini, ditengah banyaknya berita yang beredar, ada satu berita yang cukup menonjol di saya.

Raksasa sepatu: Nike, hari ini mundur dari Amazon.


Itu artinya Nike tidak akan menjual lagi semua produknya melalui Amazon.

Jadi, apa yang menyebabkan Nike mundur dari Amazon yang sudah memberikan banyak sekali manfaat ke Nike?

Dari beberapa berita yang saya baca, alasan Nike melakukan ini ada beberapa, namun ada 2 alasan utama yang menonjol:



1. Nike ingin fokus mengarahkan pembelinya untuk berbelanja di website utama mereka (Nike.com), dan bukannya di Amazon.

Mungkin Amazon berkontribusi profit yang cukup besar bagi Nike. Namun pengalaman berbelanja di Amazon atau marketplace lain, tidak akan bisa menggantikan pengalaman berbelanja langsung ke Nike.

Pada dasarnya, brand fashion sepeti Nike memang tidak membutuhkan marketplace seperti Amazon.

Hal ini juga dikatakan dalam sebuah kutipan wawancara dengan seorang analis yang bernama Randy Konik:

“The move shows us that strong brands realize that traffic driven to their own site (e.g. NIKE.com) is self-sustaining, more profitable, and actually brand enhancing, while traffic and incremental revenue from Amazon.com is less profitable but also less brand enhancing.”

Atau mungki versi terjemahan Tarzan-nya seperti ini:

"Keputusan ini menunjukkan jika brand besar sudah sadar jika traffic atau pengunjung yang diarahkan ke website sendiri (seperti NIKE.com) itu lebih bertahan lama, lebih profit, dan meningkatkan pengalaman dari merek itu sendiri. Sementara pengunjung dari Amazon agak lebih sulit untuk dijaga, lebih sedikit profit, dan tidak meningkatkan pengalaman merek itu sendiri."

Dan dari trend yang saya lihat, memang beberapa brand besar perlahan-lahan mulai meninggalkan marketplace seperti Amazon.

Jika di Indonesia, kasus seperti ini mulai terjadi, namun di brand-brand yang lebih kecil. Beberapa brand fashion itu memiliki pengikut yang sangat loyal, sehingga praktis mereka tidak membutuhkan marketplace untuk menjual produk mereka.

Sejauh ini, Marketplace menurut saya belum berhasil membuat brand menjadi memiliki komunitas pembeli yang loyal. Karena memang marketplace tidak didesain untuk itu. Melainkan di optimasi untuk transaksi sebanyak mungkin, tidak perduli apakah produk yang dibeli itu produk kita atau bukan.

Inilah kelebihan berjualan di toko online milik kita sendiri, webiste kita sendiri. Selain bisa lebih profit dan lebih bisa mengendalikan pengalaman berbelanja. Kita bisa mengubah pelanggan kita menjadi komunitas merek kita yang (semoga) bisa lebih loyal.



2. Ketidakseriusan Amazon menghapuskan produk bajakan.

Walaupun tidak tertulis secara gamblang dalam pernyataan Nike, banyak analis juga mengatakan bahwa salah satu alasan mundurnya Nike dari Amazon adalah karena masih maraknya produk bajakan di Amazon.

Seperti yang saya tulis diatas marketplace didesain dan di optimasi agar si pembelanja, berbelanja sebanyak mungkin. Tanpa memperdulikan produknya merek siapa, yang penting belanja.

Ini artinya, mudah bagi kompetitor, atau siapapun, untuk menemukan mana produk kita yang terlaris. Dan kemudian membuat produk yang mirip, lalu menjualnya lebih murah.

Mungkin Anda mengatakan: Tanpa berjualan di marketplace pun kompetitor bisa menemukan produk kita yang terlaris dan kemudiam menirunya. Benar.

Tapi, marketplace menunjukkan data yang sangat detail. Berapa jumlah terjual, bagaimana reviewnya, dll.

Ini artinya, berjualan di marketplace akan berpotensi bagi kita untuk memunculkan kompetitor kita sendiri.

Inilah yang mengakibatkan berjualan di marketplace itu menjadi melelahkan. Capek.



Jika ada yang bertanya kepada saya: Apa yang harus dilakukan jika ingin berjualan online?

Jawaban saya hampir selalu sama: Jika ingin jualan dengan serius, bangunlah "rumah" (website toko online sendiri) untuk bisnis kita agar dia bertumbuh. Lalu, manfaatkan marketplace sebagai "alat."

Jangan bangun "rumah" diatas tanah orang lain (marketplace). Karena mereka bisa mengambil kembali tanahnya kapanpun. Bisnis kita hidup didalam peraturan mereka. Dan itu merupakah hal yang sangat tidak bijak.


Penulis : Fikry Fatullah dari Kirim.Email

Related Posts
Ady Kusanto
Seorang bloger yang hanya nulis diwaktu senggang

Related Posts

Post a Comment