FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5

Kunci Menjaga Hubungan Jangka Panjang Dengan Pelanggan Dalam Bisnis

Menjaga hubungan jangka panjang dengan Customer
Mungkin bagi sebagian besar bisnis, proses sales itu "selesai" saat uang pelanggan masuk ke rekening kita.

Bagian keuangan lalu mencatat sebagai revenue atau pemasukan. Dan sudah, selesai.

Namun, jika sebuah bisnis ingin membangun hubungan jangka panjang, maka "selesai" nya proses sales ini harus "diundur".

Benar, mungkin ada yang namanya loyalty progam, dimana pelanggan mendapatkan benefit tertentu jika melakukan hal-hal yang kita tentukan.

Namun, menurut saya itu lebih ke taktik. Secara prinsip, membangun loyalitas pelanggan itu terjadi pada transaksi pertama. Atau mungkin malah sebelum itu.

Karena persepsi pelanggan ke perusahaan atau produk/ layanan kita, sudah terbentuk jauh sebelum terjadinya transaksi.

Jadi, kembali ke diskusi, kapan persisnya "selesai" nya proses sales?

Jika Anda ingin membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, maka proses sales belum selesai hingga pembeli merasakan manfaat atau nilai yang Anda berikan melalui produk/ jasa Anda.

Inilah yang menurut saya yang menjadi kunci memulai hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Beberapa bisnis bersemangat sekali mem-follow up seorang calon pembeli hingga terjadi transaksi, namun seperti menghilang ditelan bumi saat pelanggannya sudah membayar/ selesai transaksi dan menerima produknya.

Padahal justru disini hubungan antara sebuah bisnis dengan pelanggannya baru saja dimulai.

Disinilah pembeli Anda kontak langsung dengan produk/ layanan Anda.

Dengan langsung merasakan dampaknya, maka ada kemungkinan seorang pembeli akan membeli dari Anda lagi.

Mungkin ini contoh extreme, tapi layak disimak:

Coba bayangkan Anda membeli smartphone baru, mau itu Samsung atau Apple, Android atau iOS, apa saja.

Apa yang Anda dapatkan begitu selesai transaksi? Anda pulang, membuka kotak (unboxing), lalu Anda disambut dengan panduan untuk memanfaatkan smartphone Anda hingga optimal.

Setelah itu, apakah selesai? Belum.

Kita diminta memasukkan data Anda.

Setelah itu, sudah selesai? Belum.

Kita diminta meng-install aplikasi-aplikasi tambahan.

Setelah itu? Ada lagi.

Dan terus begitu. Yang akhirnya membuat kita mungkin jadi sulit berpisah dari smartphone kita.

Namun, jika Anda tidak merasakan manfaat menggunakan smartphone di bagian awal Anda mengaktivasinya, maka hampir semua penawaran sesudahnya mungkin tidak berarti lagi.

Karenanya, saat pertama kali Anda menghidupkan smartphone, perhatikan bahwa ada semacam petunjuk untuk membuat Anda bisa langsung merasakan manfaatnya.

Percuma seseorang membeli smartphone jika tidak bisa menggunakannya.

Selain smartphone, banyak sekali perusahaan yang melakukan cara seperti ini.

Contohnya Auto2000 dari Astra, yang menelepon si pemilik mobil dalam waktu 1-2 hari setelah keluar dari bengkel. Untuk menanyakan bagaimana kondisi mobilnya.

Atau tempat makan seperti Pizza Hut dimana pelayannya mendatangi meja kita setelah makanan tiba untuk bertanya, bagaimana makanannya?

Semua ini menurut saya bagian dari usaha untuk mengetahui apakah pelanggan sudah merasakan manfaat yang diberikan atau belum.

Setelah itu, satu siklus sales sudah selesai. Setelah itu apa? Lanjutkan ke siklus selanjutnya.

Seperti yang Anda lihat, semua proses diatas tidak terjadi dengan kebetulan, namun dirancang secara sistematis oleh perusahaan tersebut.

Jadi, "memundurkan" titik akhir sales dalam sebuah bisnis, satu langkah kebelakang, dimana kita terus mem-follow up hingga pelanggan merasakan dampak dari produk/ layanan kita, menurut saya adalah kunci dimulainya hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Jadi, bagaimana cara konkrit memundurkan titik akhir dalam sales Anda? Rancang proses penjualan Anda untuk menyesuaikannya

Ditulis oleh : Fikry Fatullah (CEO Kirim.Email)
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar