FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5

Ini Dia 3 Media Potensial Untuk Membangun Konten Marketing di 2020

Media pemasaran potensial di 2020
Setiap saat trend akan selalu berganti, dulu orang hanya bisa berbisnis secara konvensional, kini sudah merambah ke dunia digital, seperti menggunakan website dan media sosial.

Begitu juga dengan media yang digunakan, dulu BBM dan Twitter adalah media yang paling banyak digunakan untuk mempromosikan bisnis secara online, namun seiring berjalannya waktu keduanya mulai tergantikan dengan trend baru yaitu Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Trend ketiga aplikasi milik Mack Zuck ini bertahan cukup lama dan hingga saat ini para pebisnis online masih mengandalkan media-media ini untuk keperluan marketing mereka.

Namun sejak 2019 prilaku pengguna tampak mulai berubah, dan ada potensi pergeseran trend yang mengacam facebook dan instagram.

Apakah Anda pernah dengar istilah TL:DR dan TL:DW? Tahu gak sih apa maknanya?

TL;DR (too long; didn't read) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah tulisan yang terlalu panjang, sehingga tidak dibaca.

TL;DW (too long; didn't watch) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah video yang terlalu panjang durasinya, sehingga tidak ditonton.

Biasanya, saat sesuatu sering ditemukan atau digunakan berulang-ulang, maka akan muncul sebuah istilah untuk menjelaskannya dengan cepat.

Dengan munculnya istilah ini, berarti memang terjadi perubahan prilaku atau kebiasaan masyarakat saat ini yang mulai malas membaca konten yang panjang dan malas menonton video yang berdurasi panjang.

Baca Juga : 3 Alasan Memilih Bisnis Affiliate Marketing

Dan biasanya saat membaca artikel mereka hanya akan membaca poin-poin pentingnya saja, selebihnya tidak akan dibaca. Begitu juga dengan video, jika dirasa durasi terlalu panjang mereka akan langsung skip.

Jadi, pertanyaannya:

Seberapa sering ini terjadi di masyarakat hingga ada istilah yang digunakan khusus untuk menggambarkannya?

Apakah masyarakat saat ini begitu tidak inginnya membaca dan menonton video yang durasinya panjang walaupun mungkin akan bermanfaat bagi dirinya?

Sebaiknya pertanyaan diatas tidak perlu saya jawab dan memang saya tidak ingin mencari tahu apa penyebabnya. Tapi apa manfaat dari perubahan trend ini?

Menurut saya perubahan trend seperti ini bukan sesuatu yang dapat kita kendalikan. Jadi lemesin aja, ikuti aja arusnya.

Jadi apa yang sebaiknya yang dilakukan, terutama bagi pelaku bisnis? Jawabnya, Memilih respon yang tepat.

Lalu apa respon yang tepat disini?

Jawabannya Anda harus memilih media seperti channel atau saluran pemasaran baru bagi bisnis Anda yang akan bisa beradaptasi dengan trend pasar kedepannya.

Nah, pertanyaan berikutnya kira-kira media apa yang paling cocok untuk menghadapi trend kedepannya?

Menurut saya ada 3 media atau saluran pemasaran yang paling sesuai dengan trend di 2020, dan sebaiknya Anda mulai mengunakannya dari sekarang

Media Pemasaran Pertama : TikTok

Aplikasi Tiktok
Trend tiktok sangat luar biasa, di tahun 2019 tiktok menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak didownload. Dengan pengguna aktif mencapai 500 juta di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri tiktok sudah sangat popular terutama di kalangan anak muda, karena rata-rata pengguna tiktok antara usia 16 - 24 tahun.

Tapi kan Tiktok penggunanya banyak yang alay dan labil? Ya, gak semua alay juga, buktinya banyak brand-brand besar yang sudah merambah ke tiktok salah satunya RedBull.

Nah, jika target bisnis Anda adalah anak-anak muda maka saluran ini saya rasa sangat cocok Anda garap untuk membuat konten marketing.

Selain itu tiktok juga menjadi layanan yang sangat cocok untuk merespon TL;DW yang telah disebutkan diatas.

Tidak ada video berdurasi panjang disini, dan tidak ada konten yang berat-berat.

Media Pemasaran Kedua: Podcast

Podcast
Pada tahun 2019, pertumbuhan podcast atau radio online di Indonesia sangat luar biasa. Dalam satu tahun banyak sekali orang yang mulai menggunakan podcast mulai yang menghibur, hingga cerita horor.

Ada beberapa faktor yang mendukung yang membuat podcast semakin meledak di Indonesia, kondisi lingkungan, Hadrware dan Software yang mendukung.

Kemacetan yang semakin bertambah di Indonesia adalah salah satu faktor tingginya pertumbuhan podcast. Orang yang berkendara dan terjebak macet, biasanya mereka membutuhkan sesuatu yang bisa mengurangi rasa jenuh. Salah satu yang paling tepat adalah mendengarkan radio online atau podcast.

Mereka bisa dengan mudah mencari saluran atau informasi yang menghibur atau yang mengedukasi, tanpa takut mengganggu fokus mereka berkendara.

Selain itu hardware dan software juga menjadi faktor perkembangan podcast di Indonesia. Seperti contoh semakin banyak orang yang menggunakan AirPod atau EarPhone tanpa kabel yang lebih simple saat digunakan. Serta banyaknya sofware atau aplikasi yang mendukung untuk mendengarkan podcast seperti Sportify yang popularitasnya semakin meningkat.

Dengan melihat potensi ini saya rasa adalah bijak jika Anda segera membuat podcast. Mulailah dari sekarang rekam suara Anda dengan apa saja yang bisa digunakan.

Media Pemasaran Ketiga : Email Newslatter

Email Newslatter
Lagi, di tahun 2019 salah satu media yang mengalami peningkatan trend yang cukup signifikan, yaitu email newslatter.

Media ini menjadi jawaban bagi TL;RD too long didn't read.

Email newsletter yang menjadi populer belakangan ini adalah yang isinya merangkum berita apa yang terjadi atau yang sedang marak saat ini. Namun dikemas ulang dengan "bahasa manusia" yang lebih mudah dimengerti.

Sehingga beritanya menjadi mudah untuk di "scan" oleh mata manusia, bukan untuk dibaca.

Trend email newslatter ini dimulai kembali oleh The Skimm di Amerika, platform email newsletter yang direkomendasikan oleh Oprah Winfrey.

Kalau di Indonesia sendiri ada beberapa media newsletter seperti Catch Me Up, atau Talk Digital Newsletter.

Dan semua temanya hampir sama yaitu merangkum berita atau informasi lainya, dan dijelaskan dengan mudah dan ringkas.

Email newslatter ini sangat cocok dengan karakteristik orang Indonesia yang tidak suka repot mencari informasi, dan tidak tidak terlalu suka membaca artikel yang panjang.

Informasi dikirimkan dan sudah dikemas menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.
.
SIlahkan pilih satu dari 3 channel baru diatas yang menurut Anda target pasar Anda akan berterima kasih jika Anda berada disana. Fokus dan besarkan, dan bangun audiens yang bisa menikmati yang Anda lakukan seperti Anda menikmatinya.

Mulai sekarang, karena salah dua musuh pengusaha adalah tapi dan nanti.

Related Posts
Ady Kusanto
Seorang bloger yang hanya nulis diwaktu senggang

Related Posts

2 comments