FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5

Pebisnis Pemula Banyak Yang Gagal Karena Ini

Penyebab Gagalnya Pebisnis Pemula
Kemarin saya bilang kalau ada beberapa hal yang biasanya dilakukan pebisnis pemula sehingga mereka belum bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

Atau, parahnya lagi sampai banyak yang gagal.

Selain karena takut ambil resiko, ternyata ada dua hal paling umum yang sering dilakukan, yaitu.

Pertama, mengandalkan marketplace sebagai satu-satunya ladang untuk usaha.


Sebelumnya, saya sudah cerita bagaimana pengalaman saya berjualan di marketplace.

Semua kesulitan yang mengikat dan aturan yang rumit membuat saya nggak mau berlama-lama main di sana. Selian itu persaingan harga di marketplace juga parah, banyak para penjual yang banting-bantingan harga demi mendapatkan penjualan.

Saya pribadi gak tahan berjualan dengan cara seperti itu, lebih baik saya keluar dari perang harga.

Begitupun Anda, saran saya, mulailah untuk membuat akun jualan pribadi, entah itu di Instagram, Facebook atau membuat website sendiri.

Jadi, ketika marketplace memang sudah benar-benar ada di tahap tak bisa diharapkan lagi, bisnis Anda tetap bisa jalan karena sudah punya platform sendiri.

Kedua, kebanyakan pebisnis pemula tidak paham dalam memilih produk yang dijual.


Mereka cenderung sibuk mengikuti trend, tetapi nggak memikirkan jangka panjang.

Atau, malah beneran salah pilih dengan menjual produk-produk yang nggak laku di pasaran.

Tapi saya maklum, kalau masih pemula memang semuanya serba meraba-raba.

Sebenarnya untuk seorang pemula, gak usah neko-neko nyari produk yang ingin dijual, kamu bisa pilih produk yang banyak dibutuhkan orang seperti fashion, casing hp, kosmetik.

Produk ini pasarnya luas karena banyak peminatnya, tapi biasanya karena banyak pemain di market ini harganya juga banyak banting-bantingan. Nah, untuk mengatasi hal ini kamu harus memiliki pembeda dari penjual yang lain, misalnya kualitasnya, pelayanannya, dan lainnya dimaksimalkan lagi.

Percaya deh, konsumen itu tidak melulu memilih harga yang lebih murah, kalau pelayanan dan kualitas produk kita terjamin, mereka rela kok bayar lebih mahal.

Dulu, setelah kapok jualan di marketplace, saya langsung cari tahu bisnis apa yang peluangnya masih banyak.

Setelah pusing mikirin solusi, akhirnya saya menemukan sebuah ide.

Saya melihat produk print on demand itu laris banget di luar negeri. Setelah itu saya mencoba untuk melakukan riset dan tes pasar, ternyata bener!

Produk Print on Demand ini contohnya seperti kaos custom dan cutom case. Produk ini sangat mudah menjual dengan harga lebih mahal karena permintaan konsumen. Biasanya demi tampil beda mereka siap membayar lebih mahal.

Nah, mulai sekarang mulai lah membangun branding online shop anda sendiri, seperti di instagram atau menggunakan website sendiri, dan tentukan produk anda yang memiliki nilai tambah di mata konsumen.

Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment